Blog VIVI FIBRIYUANA
Design by Vie' - Vie'

Senin, 14 September 2009

HATI-HATI!!! Modus penipuan baru

For Bogor People.....


Modus Penipuan Baru: Tebar Amplop Berisi Dokumen


BOGOR - Kini masyarakat harus waspada. Pasalnya, ada modus penipuan baru
di Kota Bogor .
Warga Kelurahan Gunungbatu RT 03/11 Kecamatan Bogor Barat Kota Bogor
Jacky
Wijaya (50) nyaris menjadi korban penipuan, Jumat (28/11).
Beruntung dia cepat tersadar, sehingga tidak menjadi korban.

Bagaimana modus penipuan baru itu terjadi?
Awalnya, Jacky menemukan amplop berwarna cokelat yang tergeletak di
Jalan
Raya Pajajaran, tak jauh dari simpang Tugu Kujang.
Amplop tersebut bertuliskan dokumen penting.
Merasa penasaran dengan isi amplop, Jacky langsung membukanya.
Betapa terkejutnya dia saat melihat isi amplop itu berisi surat-surat
penting, seperti surat izin usaha perusahaan (SIUP) atas nama PT Mico
Graha Pavindo.

Dalam SIUP itu tertulis sebagai Direktur Utama Lumaksono Tri Sardjono
asal
Surabaya .
Ada pula surat keterangan tanah yang dikeluarkan Badan Pertanahan
Kabupaten Manokwari dan cek senilai Rp4,7 miliar.
Tak hanya itu, dalam amplop juga terdapat foto Lumaksono yang sedang
bersalaman dengan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY.

"Dokumen penting dan foto SBY yang bersalaman dengan Lumaksono itu
membuat
saya percaya kalau dia seorang pengusaha atau orang hebat," ungkap
Jacky.
Lantaran ingin mengembalikan dokumen tersebut, Jacky menghubungi nomor
081230553900 yang tertera di amplop.
Nomor itu ternyata aktif, sehingga percakapan seorang lelaki yang
mengaku bernama Lumaksono pun terjalin.

Orang yang dihubungi itu mengucapkan terima kasih dan meminta
mengirimkan langsung amplop penting itu kepadanya di Surabaya Jawa
Timur.
Untuk keperluan ongkos ke Surabaya ,Lumaksono berjanji memberikan uang
Rp20 juta sebagai ucapan terima kasih kepada Jacky.
Tidak hanya itu, Jacky juga dijanjikan mendapatkan bonus Rp100 juta.
Mengirimkan uang itu, Lumaksono meminta Jacky ke ATM agar proses
transfer uang bisa dilakukan.

Mendapat tawaran itu, Jacky tergiur dan pergi ke ATM dengan harapan bisa
mendapatkan uang yang dijanjikan.
Setibanya di ATM, Jacky dipandu Lumaksono melakukan transaksi
menggunakan bahasa Inggris.
Di tengah proses transaksi, Jacky sempat curiga lantaran uang yang ada
di
ATM-nya diminta ditransfer ke nomor rekening Lumaksono.

Sadar dirinya nyaris ditipu, Jacky menghentikan proses transaksi di ATM
itu dan memaki-maki Lumaksono.
Mendengar omelan Jacky, tiba-tiba Lumaksono langsung menutup telepon.
"Saya mulai curiga waktu dia menyuruh mentransfer semua uang yang ada di
ATM saya," kata Jacky.

Beruntung dia keburu sadar. Uang dalam ATM pun bisa diselamatkan. Jacky
langsung memaki-maki orang itu. Pelaku malah menutup teleponnya.
"Saya juga curiga sama foto dia dan Pak SBY. Saya menduga foto itu
direkayasa oleh Lumaksono," ujar Jacky.

Dia mengimbau kepada seluruh masyarakat yang menemukan amplop berisi
dokumen penting, termasuk cek dan foto seseorang dengan Persiden SBY,
agar
berhati-hati dan jangan mudah percaya.
Karena saat bertransaksi di ATM yang dijanjikan akan menerima uang,
justru
akan menjadi korbannya.
Menurut Jacky, orang itu sengaja membuang amplop di tengah jalan agar
mudah ditemukan orang lain untuk menghubungi pelaku.

Informasi yang diperoleh Radar Bogor, modus penipuan gaya baru ini sudah
memakan korban. Pada 7 November 2008, satu orang warga Kabupaten Bogor
bernama Neneng dan satu orang lainnya warga Cianjur bernama Syahlan
telah
menjadi korban penipuan tebar dokumen penting ini.

Dengan modus yang sama, korban (Neneng) mengalami kerugian Rp15 juta dan
Syahlan menderita kerugian Rp7 juta.
Awalnya, kedua korban ini juga menemukan amplop cokelat berisi dokumen
penting.

Keduanya berniat mengembalikannya dan juga dipandu pelaku dengan
iming-iming mendapatkan uang ratusan juta sebagai balas jasa.
Bukannya uang jasa yang diperoleh, malahan uang di ATM korban amblas
berpindah ke rekening pelaku.


Tidak ada komentar:

PERHATIAN !!!

Artikel di atas bukan sepenuh nya milik penulis melainkan hasil copy paste dari berbagai sumber, saya hanya ingin berbagi, jika anda ingin mengcopy artikel di atas harap cantumkan sumber dengan linkback ke blog tersebut.

penulis